
Kidung Agung 2 : 4 , “ Telah dibawaNYA aku kerumah pesta, dan panjiNYA diatasku adalah CINTA
Tuhan sedang melanda umat NYA dengan CintaNYA, dengan api CintaNYA. Dan apabila Api CintaNYA yang begitu kuat melanda orang-orang yang meresponi Api Cinta itu maka akan terjadi sebagian seperti dibawah ini :
~ MABUK KEPAYANG~
Daud mengetahui benar apa mabuk kepayang itu. Daud merasakan Api CintaNYA yang membara dalam rohnya sehingga kemenangan-kemenanangannya dalam peperangan tidak dapat memuaskan hatinya. Dia mengungkapkan CintaNYA di Mazmur 16:11 sebagai Cinta yang memberikan sukacita yang melimpah dan memberikan kenikmatan (kepuasan) senantiasa. Daud mengalami percintaan kudus dengan Tuhan sehingga memberikan dia rasa percaya diri dan keberanian yang luarbiasa dalam peperangan.
~ SUKACITA YANG MELIMPAH~
Keintiman Daud yang begitu dalam dengan Tuhan dia gambarkan di Mazmur 36 : 9, “Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak dirumahMU, Engkau memberi mereka dari sungai kesenanganMU. Daud merasakan sukacita yang sangat luar biasa (Blissings. Daud mampu menggambarkan apa arti sukacita di dalam Tuhan.
~ PERUBAHAN YANG RADIKAL DALAM ROH~
Di dalam Kisah Para Rasul 2 : 3, para pendoa syafaat dilanda oleh CintaNYA dalam bentuk lidah-lidah api diatas mereka. Api tiu memberi kekuatan dan membuat mereka berubah menjad pribadi yang lain. Api Cinta itu mengubah mereka yang tadinya seorang yang lemah dan pengecut menjadi orang-orang yang berani memberitakan injil, dan Api Cinta itu membakar habis apa yang jahat dan mengubah orang-orang yang berdosa menjadi umat yang menyenangkan hati Allah.
Di dalam Ulangan 4 : 24, Musa memahami cinta yang membara Tuhan, “Sebab Tuhan adalah api yang menghanguskan dan Allah yang cemburu”. Api penghakiman Allah adalah limpahan/bagian dari api kerinduanNYA yang membara untuk umatNYA adalah manifestasi dari kasih yang berkobar yang menhancurkan apa saja yang menghalangi cintaNYA. Apakah dosa menghalangi cintaNYA? Allah akan menghakimi dosa dalam kasih yang berkorbar untuk membebaskan mempelai wanitaNYA. Apakah musuh-musuh menyerang mempelaiNYA? Penghakiman akan jatuh pada iblis dan pasukannya ketika Allh digerakkan oleh kasih yang berkobar untuk melindungi kekasihNYA. Allah akan menghakimi musuh-musuhNYA karena kasihNYA yang membara. Kasih Allah yang berkorbar dan api balas dendamNYA itu emosi yang sama.
KekudusanNYA yang membara adalah ekspresi dari kasihNYA yang membara. Keluaran 20:5,”sebab AKU, TUHAN ALLAHmu adalah ALLAH yang cemburu. Fokus dari kesukaanNYA adalah umat manusia dan DIA cemburu akan mereka dengan emosi yang panas membara.
Daud punya kerinduan yang tidak terpuaskan dan tidak ada yang dapat memuaskan dirinya, baik kemenangan di peperangan maupun pengalaman duniawi lainnya dengan manusia tidak dapat memuaskan kerinduan hatinya yang mendalam akan Allah. Daud menonjol sebagai teolog pertama yang mengalami “percintaan kudus” dengan Tuhan. 500 tahun setelah Daud, tampillah Daniel, berbicara tentang sungai yang sama yang dikatakan Daud, tetapi dengan bahasa yang berbeda. Dalam Daniel 7:10, dia menyebutnya sebagai sungai api membara yang keluar dari Tahta Allah. “Suatu Sungai Api timbul dan mengalir dari hadapanNYA, seribu kali beribu-ribu melayani DIA, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri dihadapanNYA, lalu duduklah majelis pengadilan dan dibukalah kitab-kitab”. Daniel melihat sungai api Allah muncul dari Tahta Allah, itu Allah sendiri dalam kerinduan yang membara dan mabuk kepayang. Allah akan menghancurkan apa saja yang menghalangi CINTA.
Tuhan sedang melanda umat NYA dengan CintaNYA, dengan api CintaNYA. Dan apabila Api CintaNYA yang begitu kuat melanda orang-orang yang meresponi Api Cinta itu maka akan terjadi sebagian seperti dibawah ini :
~ MABUK KEPAYANG~
Daud mengetahui benar apa mabuk kepayang itu. Daud merasakan Api CintaNYA yang membara dalam rohnya sehingga kemenangan-kemenanangannya dalam peperangan tidak dapat memuaskan hatinya. Dia mengungkapkan CintaNYA di Mazmur 16:11 sebagai Cinta yang memberikan sukacita yang melimpah dan memberikan kenikmatan (kepuasan) senantiasa. Daud mengalami percintaan kudus dengan Tuhan sehingga memberikan dia rasa percaya diri dan keberanian yang luarbiasa dalam peperangan.
~ SUKACITA YANG MELIMPAH~
Keintiman Daud yang begitu dalam dengan Tuhan dia gambarkan di Mazmur 36 : 9, “Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak dirumahMU, Engkau memberi mereka dari sungai kesenanganMU. Daud merasakan sukacita yang sangat luar biasa (Blissings. Daud mampu menggambarkan apa arti sukacita di dalam Tuhan.
~ PERUBAHAN YANG RADIKAL DALAM ROH~
Di dalam Kisah Para Rasul 2 : 3, para pendoa syafaat dilanda oleh CintaNYA dalam bentuk lidah-lidah api diatas mereka. Api tiu memberi kekuatan dan membuat mereka berubah menjad pribadi yang lain. Api Cinta itu mengubah mereka yang tadinya seorang yang lemah dan pengecut menjadi orang-orang yang berani memberitakan injil, dan Api Cinta itu membakar habis apa yang jahat dan mengubah orang-orang yang berdosa menjadi umat yang menyenangkan hati Allah.
Di dalam Ulangan 4 : 24, Musa memahami cinta yang membara Tuhan, “Sebab Tuhan adalah api yang menghanguskan dan Allah yang cemburu”. Api penghakiman Allah adalah limpahan/bagian dari api kerinduanNYA yang membara untuk umatNYA adalah manifestasi dari kasih yang berkobar yang menhancurkan apa saja yang menghalangi cintaNYA. Apakah dosa menghalangi cintaNYA? Allah akan menghakimi dosa dalam kasih yang berkorbar untuk membebaskan mempelai wanitaNYA. Apakah musuh-musuh menyerang mempelaiNYA? Penghakiman akan jatuh pada iblis dan pasukannya ketika Allh digerakkan oleh kasih yang berkobar untuk melindungi kekasihNYA. Allah akan menghakimi musuh-musuhNYA karena kasihNYA yang membara. Kasih Allah yang berkorbar dan api balas dendamNYA itu emosi yang sama.
KekudusanNYA yang membara adalah ekspresi dari kasihNYA yang membara. Keluaran 20:5,”sebab AKU, TUHAN ALLAHmu adalah ALLAH yang cemburu. Fokus dari kesukaanNYA adalah umat manusia dan DIA cemburu akan mereka dengan emosi yang panas membara.
Daud punya kerinduan yang tidak terpuaskan dan tidak ada yang dapat memuaskan dirinya, baik kemenangan di peperangan maupun pengalaman duniawi lainnya dengan manusia tidak dapat memuaskan kerinduan hatinya yang mendalam akan Allah. Daud menonjol sebagai teolog pertama yang mengalami “percintaan kudus” dengan Tuhan. 500 tahun setelah Daud, tampillah Daniel, berbicara tentang sungai yang sama yang dikatakan Daud, tetapi dengan bahasa yang berbeda. Dalam Daniel 7:10, dia menyebutnya sebagai sungai api membara yang keluar dari Tahta Allah. “Suatu Sungai Api timbul dan mengalir dari hadapanNYA, seribu kali beribu-ribu melayani DIA, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri dihadapanNYA, lalu duduklah majelis pengadilan dan dibukalah kitab-kitab”. Daniel melihat sungai api Allah muncul dari Tahta Allah, itu Allah sendiri dalam kerinduan yang membara dan mabuk kepayang. Allah akan menghancurkan apa saja yang menghalangi CINTA.
